Blog

  • Polisi Penolong di Laut : KP XV – 102 Sigap Selamatkan Dua Penumpang KMB BAWAL yang Tertinggal di Pelabuhan Bitung

    Polisi Penolong di Laut : KP XV – 102 Sigap Selamatkan Dua Penumpang KMB BAWAL yang Tertinggal di Pelabuhan Bitung

    Bitung, Sulawesi Utara — Wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat kembali ditunjukkan jajaran **Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Utara**. Kapal Patroli **KP XV-102** bergerak cepat membantu **dua penumpang Kapal Motor Besar (KMB) BAWAL** yang tertinggal di Pelabuhan Bitung, meski kapal tujuan telah lebih dulu berlayar.

    Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas pelayaran di Pelabuhan Bitung berlangsung padat. Dua penumpang KMB BAWAL dilaporkan tertinggal akibat keterlambatan tiba di area keberangkatan. Di tengah situasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan dan kerugian bagi penumpang, **Komandan KP XV-102, AIPDA Reyfland Gandaria**, mengambil langkah cepat dan humanis.

    Tanpa menunggu lama, KP XV-102 segera melakukan koordinasi, memastikan aspek keselamatan, serta mempersiapkan manuver pengejaran secara terukur. Dengan profesionalisme tinggi dan penguasaan medan laut, KP XV-102 bergerak menyusul KMB BAWAL yang telah berlayar meninggalkan pelabuhan. Dalam waktu singkat, kapal patroli berhasil mendekati KMB BAWAL dan **mengantarkan langsung dua penumpang tersebut hingga naik dengan aman ke kapal tujuan**.

    Tindakan sigap ini tidak hanya mencerminkan kecepatan respons, tetapi juga **kepekaan sosial dan komitmen Polri dalam pelayanan kemanusiaan**, khususnya di wilayah perairan yang memiliki risiko tinggi. Seluruh proses dilakukan dengan mengutamakan keselamatan jiwa, sesuai standar operasional pelayaran dan prinsip keselamatan laut.

    Keberhasilan KP XV-102 dalam membantu penumpang tertinggal ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar pelabuhan. Aksi tersebut menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga **sebagai solusi cepat dalam situasi darurat dan kebutuhan mendesak masyarakat**.

    Melalui peran Polairud, Polda Sulawesi Utara terus menegaskan komitmennya menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di wilayah perairan, sekaligus menghadirkan wajah Polri yang **humanis, responsif, dan inspiratif**. Tindakan AIPDA Reyfland Gandaria dan awak KP XV-102 menjadi teladan nyata semangat **Polisi Penolong**, yang bekerja tanpa ragu demi keselamatan dan kepentingan masyarakat.

    #poldasulut #polisipenolong #polairud #bitung #sulut

     

     

  • Baca Saja News : Polisi Penolong di Laut : KP XV – 102 Sigap Selamatkan Dua Penumpang KMB BAWAL yang Tertinggal di Pelabuhan Bitung

    Polisi Penolong di Laut : KP XV – 102 Sigap Selamatkan Dua Penumpang KMB BAWAL yang Tertinggal di Pelabuhan Bitung

    Bitung, Sulawesi Utara — Wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat kembali ditunjukkan jajaran **Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Utara**. Kapal Patroli **KP XV-102** bergerak cepat membantu **dua penumpang Kapal Motor Besar (KMB) BAWAL** yang tertinggal di Pelabuhan Bitung, meski kapal tujuan telah lebih dulu berlayar.

    Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas pelayaran di Pelabuhan Bitung berlangsung padat. Dua penumpang KMB BAWAL dilaporkan tertinggal akibat keterlambatan tiba di area keberangkatan. Di tengah situasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan dan kerugian bagi penumpang, **Komandan KP XV-102, AIPDA Reyfland Gandaria**, mengambil langkah cepat dan humanis.

    Tanpa menunggu lama, KP XV-102 segera melakukan koordinasi, memastikan aspek keselamatan, serta mempersiapkan manuver pengejaran secara terukur. Dengan profesionalisme tinggi dan penguasaan medan laut, KP XV-102 bergerak menyusul KMB BAWAL yang telah berlayar meninggalkan pelabuhan. Dalam waktu singkat, kapal patroli berhasil mendekati KMB BAWAL dan **mengantarkan langsung dua penumpang tersebut hingga naik dengan aman ke kapal tujuan**.

    Tindakan sigap ini tidak hanya mencerminkan kecepatan respons, tetapi juga **kepekaan sosial dan komitmen Polri dalam pelayanan kemanusiaan**, khususnya di wilayah perairan yang memiliki risiko tinggi. Seluruh proses dilakukan dengan mengutamakan keselamatan jiwa, sesuai standar operasional pelayaran dan prinsip keselamatan laut.

    Keberhasilan KP XV-102 dalam membantu penumpang tertinggal ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar pelabuhan. Aksi tersebut menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga **sebagai solusi cepat dalam situasi darurat dan kebutuhan mendesak masyarakat**.

    Melalui peran Polairud, Polda Sulawesi Utara terus menegaskan komitmennya menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di wilayah perairan, sekaligus menghadirkan wajah Polri yang **humanis, responsif, dan inspiratif**. Tindakan AIPDA Reyfland Gandaria dan awak KP XV-102 menjadi teladan nyata semangat **Polisi Penolong**, yang bekerja tanpa ragu demi keselamatan dan kepentingan masyarakat.

    #poldasulut #polisipenolong #polairud #bitung #sulut

     

     

  • Sapulidi News : Polisi Penolong di Laut : KP XV – 102 Sigap Selamatkan Dua Penumpang KMB BAWAL yang Tertinggal di Pelabuhan Bitung

    Polisi Penolong di Laut : KP XV – 102 Sigap Selamatkan Dua Penumpang KMB BAWAL yang Tertinggal di Pelabuhan Bitung

    Bitung, Sulawesi Utara — Wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat kembali ditunjukkan jajaran **Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Utara**. Kapal Patroli **KP XV-102** bergerak cepat membantu **dua penumpang Kapal Motor Besar (KMB) BAWAL** yang tertinggal di Pelabuhan Bitung, meski kapal tujuan telah lebih dulu berlayar.

    Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas pelayaran di Pelabuhan Bitung berlangsung padat. Dua penumpang KMB BAWAL dilaporkan tertinggal akibat keterlambatan tiba di area keberangkatan. Di tengah situasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan dan kerugian bagi penumpang, **Komandan KP XV-102, AIPDA Reyfland Gandaria**, mengambil langkah cepat dan humanis.

    Tanpa menunggu lama, KP XV-102 segera melakukan koordinasi, memastikan aspek keselamatan, serta mempersiapkan manuver pengejaran secara terukur. Dengan profesionalisme tinggi dan penguasaan medan laut, KP XV-102 bergerak menyusul KMB BAWAL yang telah berlayar meninggalkan pelabuhan. Dalam waktu singkat, kapal patroli berhasil mendekati KMB BAWAL dan **mengantarkan langsung dua penumpang tersebut hingga naik dengan aman ke kapal tujuan**.

    Tindakan sigap ini tidak hanya mencerminkan kecepatan respons, tetapi juga **kepekaan sosial dan komitmen Polri dalam pelayanan kemanusiaan**, khususnya di wilayah perairan yang memiliki risiko tinggi. Seluruh proses dilakukan dengan mengutamakan keselamatan jiwa, sesuai standar operasional pelayaran dan prinsip keselamatan laut.

    Keberhasilan KP XV-102 dalam membantu penumpang tertinggal ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar pelabuhan. Aksi tersebut menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga **sebagai solusi cepat dalam situasi darurat dan kebutuhan mendesak masyarakat**.

    Melalui peran Polairud, Polda Sulawesi Utara terus menegaskan komitmennya menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di wilayah perairan, sekaligus menghadirkan wajah Polri yang **humanis, responsif, dan inspiratif**. Tindakan AIPDA Reyfland Gandaria dan awak KP XV-102 menjadi teladan nyata semangat **Polisi Penolong**, yang bekerja tanpa ragu demi keselamatan dan kepentingan masyarakat.

    #poldasulut #polisipenolong #polairud #bitung #sulut

     

     

  • HD News : Polisi Penolong di Laut : KP XV – 102 Sigap Selamatkan Dua Penumpang KMB BAWAL yang Tertinggal di Pelabuhan Bitung

    Polisi Penolong di Laut : KP XV – 102 Sigap Selamatkan Dua Penumpang KMB BAWAL yang Tertinggal di Pelabuhan Bitung

    Bitung, Sulawesi Utara — Wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat kembali ditunjukkan jajaran **Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Utara**. Kapal Patroli **KP XV-102** bergerak cepat membantu **dua penumpang Kapal Motor Besar (KMB) BAWAL** yang tertinggal di Pelabuhan Bitung, meski kapal tujuan telah lebih dulu berlayar.

    Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas pelayaran di Pelabuhan Bitung berlangsung padat. Dua penumpang KMB BAWAL dilaporkan tertinggal akibat keterlambatan tiba di area keberangkatan. Di tengah situasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan dan kerugian bagi penumpang, **Komandan KP XV-102, AIPDA Reyfland Gandaria**, mengambil langkah cepat dan humanis.

    Tanpa menunggu lama, KP XV-102 segera melakukan koordinasi, memastikan aspek keselamatan, serta mempersiapkan manuver pengejaran secara terukur. Dengan profesionalisme tinggi dan penguasaan medan laut, KP XV-102 bergerak menyusul KMB BAWAL yang telah berlayar meninggalkan pelabuhan. Dalam waktu singkat, kapal patroli berhasil mendekati KMB BAWAL dan **mengantarkan langsung dua penumpang tersebut hingga naik dengan aman ke kapal tujuan**.

    Tindakan sigap ini tidak hanya mencerminkan kecepatan respons, tetapi juga **kepekaan sosial dan komitmen Polri dalam pelayanan kemanusiaan**, khususnya di wilayah perairan yang memiliki risiko tinggi. Seluruh proses dilakukan dengan mengutamakan keselamatan jiwa, sesuai standar operasional pelayaran dan prinsip keselamatan laut.

    Keberhasilan KP XV-102 dalam membantu penumpang tertinggal ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar pelabuhan. Aksi tersebut menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga **sebagai solusi cepat dalam situasi darurat dan kebutuhan mendesak masyarakat**.

    Melalui peran Polairud, Polda Sulawesi Utara terus menegaskan komitmennya menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di wilayah perairan, sekaligus menghadirkan wajah Polri yang **humanis, responsif, dan inspiratif**. Tindakan AIPDA Reyfland Gandaria dan awak KP XV-102 menjadi teladan nyata semangat **Polisi Penolong**, yang bekerja tanpa ragu demi keselamatan dan kepentingan masyarakat.

    #poldasulut #polisipenolong #polairud #bitung #sulut

     

     

  • Polisi Penolong di Laut : KP XV – 102 Sigap Selamatkan Dua Penumpang KMB BAWAL yang Tertinggal di Pelabuhan Bitung

    Polisi Penolong di Laut : KP XV – 102 Sigap Selamatkan Dua Penumpang KMB BAWAL yang Tertinggal di Pelabuhan Bitung

    Polisi Penolong di Laut : KP XV – 102 Sigap Selamatkan Dua Penumpang KMB BAWAL yang Tertinggal di Pelabuhan Bitung

    Bitung, Sulawesi Utara — Wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat kembali ditunjukkan jajaran **Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Utara**. Kapal Patroli **KP XV-102** bergerak cepat membantu **dua penumpang Kapal Motor Besar (KMB) BAWAL** yang tertinggal di Pelabuhan Bitung, meski kapal tujuan telah lebih dulu berlayar.

    Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas pelayaran di Pelabuhan Bitung berlangsung padat. Dua penumpang KMB BAWAL dilaporkan tertinggal akibat keterlambatan tiba di area keberangkatan. Di tengah situasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan dan kerugian bagi penumpang, **Komandan KP XV-102, AIPDA Reyfland Gandaria**, mengambil langkah cepat dan humanis.

    Tanpa menunggu lama, KP XV-102 segera melakukan koordinasi, memastikan aspek keselamatan, serta mempersiapkan manuver pengejaran secara terukur. Dengan profesionalisme tinggi dan penguasaan medan laut, KP XV-102 bergerak menyusul KMB BAWAL yang telah berlayar meninggalkan pelabuhan. Dalam waktu singkat, kapal patroli berhasil mendekati KMB BAWAL dan **mengantarkan langsung dua penumpang tersebut hingga naik dengan aman ke kapal tujuan**.

    Tindakan sigap ini tidak hanya mencerminkan kecepatan respons, tetapi juga **kepekaan sosial dan komitmen Polri dalam pelayanan kemanusiaan**, khususnya di wilayah perairan yang memiliki risiko tinggi. Seluruh proses dilakukan dengan mengutamakan keselamatan jiwa, sesuai standar operasional pelayaran dan prinsip keselamatan laut.

    Keberhasilan KP XV-102 dalam membantu penumpang tertinggal ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar pelabuhan. Aksi tersebut menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga **sebagai solusi cepat dalam situasi darurat dan kebutuhan mendesak masyarakat**.

    Melalui peran Polairud, Polda Sulawesi Utara terus menegaskan komitmennya menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di wilayah perairan, sekaligus menghadirkan wajah Polri yang **humanis, responsif, dan inspiratif**. Tindakan AIPDA Reyfland Gandaria dan awak KP XV-102 menjadi teladan nyata semangat **Polisi Penolong**, yang bekerja tanpa ragu demi keselamatan dan kepentingan masyarakat.

    #poldasulut #polisipenolong #polairud #bitung #sulut

     

     

  • Sapulidi Media : Blogger Polri : Agum Gumelar Tegaskan ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

    Agum Gumelar Tegaskan ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

     

    Jakarta — Kamis, 29 Januari 2026

    Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI–Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia Penegasan tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026.

    Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para senior Polri dan PEPABRI. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus mempercepat Transformasi Polri yang berkelanjutan.

    “Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan profesionalisme personel,” tegas Wakapolri.

    Langkah Nyata Wakapolri Dorong Transformasi Polri

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan terus dilakukan untuk mendorong transformasi menyeluruh di tubuh Polri, antara lain:

    1. Penguatan SDM dan Pendidikan
    Pembenahan sistem rekrutmen yang transparan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan karier berbasis kompetensi. Dalam waktu dekat, Polri akan membentuk Pusat Studi Kepolisian di 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan ilmu kepolisian.

    2. Transformasi Kultural dan Etika Profesi
    Penguatan pembinaan mental, etika profesi, dan keteladanan pimpinan guna menanamkan nilai humanis, responsif, dan berintegritas kepada seluruh personel.

    3. Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas
    Peningkatan sistem pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kepercayaan publik.

    4. Modernisasi Sarana dan Prasarana
    Modernisasi fasilitas operasional, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sistem pendukung tugas kepolisian.

    5. Transformasi Digital
    Percepatan digitalisasi layanan publik, pengawasan, dan manajemen organisasi guna menghadirkan Polri yang modern, adaptif, dan efisien.

    6. Penguatan Fungsi Operasional
    Peningkatan kualitas Harkamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

    Wakapolri menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan komitmen nyata Polri dalam menjawab harapan Presiden dan masyarakat.

    “Transformasi Polri adalah proses berkelanjutan. Dengan dukungan para senior, purnawirawan, dan seluruh elemen bangsa, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.

  • HD Net : Agum Gumelar Tegaskan ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

    Agum Gumelar Tegaskan ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

     

    Jakarta — Kamis, 29 Januari 2026

    Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI–Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia Penegasan tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026.

    Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para senior Polri dan PEPABRI. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus mempercepat Transformasi Polri yang berkelanjutan.

    “Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan profesionalisme personel,” tegas Wakapolri.

    Langkah Nyata Wakapolri Dorong Transformasi Polri

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan terus dilakukan untuk mendorong transformasi menyeluruh di tubuh Polri, antara lain:

    1. Penguatan SDM dan Pendidikan
    Pembenahan sistem rekrutmen yang transparan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan karier berbasis kompetensi. Dalam waktu dekat, Polri akan membentuk Pusat Studi Kepolisian di 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan ilmu kepolisian.

    2. Transformasi Kultural dan Etika Profesi
    Penguatan pembinaan mental, etika profesi, dan keteladanan pimpinan guna menanamkan nilai humanis, responsif, dan berintegritas kepada seluruh personel.

    3. Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas
    Peningkatan sistem pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kepercayaan publik.

    4. Modernisasi Sarana dan Prasarana
    Modernisasi fasilitas operasional, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sistem pendukung tugas kepolisian.

    5. Transformasi Digital
    Percepatan digitalisasi layanan publik, pengawasan, dan manajemen organisasi guna menghadirkan Polri yang modern, adaptif, dan efisien.

    6. Penguatan Fungsi Operasional
    Peningkatan kualitas Harkamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

    Wakapolri menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan komitmen nyata Polri dalam menjawab harapan Presiden dan masyarakat.

    “Transformasi Polri adalah proses berkelanjutan. Dengan dukungan para senior, purnawirawan, dan seluruh elemen bangsa, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.

  • BC News : Agum Gumelar Tegaskan ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

    Agum Gumelar Tegaskan ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

     

    Jakarta — Kamis, 29 Januari 2026

    Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI–Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia Penegasan tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026.

    Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para senior Polri dan PEPABRI. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus mempercepat Transformasi Polri yang berkelanjutan.

    “Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan profesionalisme personel,” tegas Wakapolri.

    Langkah Nyata Wakapolri Dorong Transformasi Polri

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan terus dilakukan untuk mendorong transformasi menyeluruh di tubuh Polri, antara lain:

    1. Penguatan SDM dan Pendidikan
    Pembenahan sistem rekrutmen yang transparan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan karier berbasis kompetensi. Dalam waktu dekat, Polri akan membentuk Pusat Studi Kepolisian di 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan ilmu kepolisian.

    2. Transformasi Kultural dan Etika Profesi
    Penguatan pembinaan mental, etika profesi, dan keteladanan pimpinan guna menanamkan nilai humanis, responsif, dan berintegritas kepada seluruh personel.

    3. Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas
    Peningkatan sistem pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kepercayaan publik.

    4. Modernisasi Sarana dan Prasarana
    Modernisasi fasilitas operasional, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sistem pendukung tugas kepolisian.

    5. Transformasi Digital
    Percepatan digitalisasi layanan publik, pengawasan, dan manajemen organisasi guna menghadirkan Polri yang modern, adaptif, dan efisien.

    6. Penguatan Fungsi Operasional
    Peningkatan kualitas Harkamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

    Wakapolri menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan komitmen nyata Polri dalam menjawab harapan Presiden dan masyarakat.

    “Transformasi Polri adalah proses berkelanjutan. Dengan dukungan para senior, purnawirawan, dan seluruh elemen bangsa, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.

  • Sapulidi News : Agum Gumelar Tegaskan ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

    Agum Gumelar Tegaskan ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

     

    Jakarta — Kamis, 29 Januari 2026

    Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI–Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia Penegasan tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026.

    Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para senior Polri dan PEPABRI. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus mempercepat Transformasi Polri yang berkelanjutan.

    “Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan profesionalisme personel,” tegas Wakapolri.

    Langkah Nyata Wakapolri Dorong Transformasi Polri

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan terus dilakukan untuk mendorong transformasi menyeluruh di tubuh Polri, antara lain:

    1. Penguatan SDM dan Pendidikan
    Pembenahan sistem rekrutmen yang transparan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan karier berbasis kompetensi. Dalam waktu dekat, Polri akan membentuk Pusat Studi Kepolisian di 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan ilmu kepolisian.

    2. Transformasi Kultural dan Etika Profesi
    Penguatan pembinaan mental, etika profesi, dan keteladanan pimpinan guna menanamkan nilai humanis, responsif, dan berintegritas kepada seluruh personel.

    3. Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas
    Peningkatan sistem pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kepercayaan publik.

    4. Modernisasi Sarana dan Prasarana
    Modernisasi fasilitas operasional, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sistem pendukung tugas kepolisian.

    5. Transformasi Digital
    Percepatan digitalisasi layanan publik, pengawasan, dan manajemen organisasi guna menghadirkan Polri yang modern, adaptif, dan efisien.

    6. Penguatan Fungsi Operasional
    Peningkatan kualitas Harkamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

    Wakapolri menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan komitmen nyata Polri dalam menjawab harapan Presiden dan masyarakat.

    “Transformasi Polri adalah proses berkelanjutan. Dengan dukungan para senior, purnawirawan, dan seluruh elemen bangsa, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.

  • Agum Gumelar Tegaskan ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

    Agum Gumelar Tegaskan ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

     

    Jakarta — Kamis, 29 Januari 2026

    Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI–Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia Penegasan tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026.

    Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para senior Polri dan PEPABRI. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus mempercepat Transformasi Polri yang berkelanjutan.

    “Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan profesionalisme personel,” tegas Wakapolri.

    Langkah Nyata Wakapolri Dorong Transformasi Polri

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan terus dilakukan untuk mendorong transformasi menyeluruh di tubuh Polri, antara lain:

    1. Penguatan SDM dan Pendidikan
    Pembenahan sistem rekrutmen yang transparan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan karier berbasis kompetensi. Dalam waktu dekat, Polri akan membentuk Pusat Studi Kepolisian di 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan ilmu kepolisian.

    2. Transformasi Kultural dan Etika Profesi
    Penguatan pembinaan mental, etika profesi, dan keteladanan pimpinan guna menanamkan nilai humanis, responsif, dan berintegritas kepada seluruh personel.

    3. Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas
    Peningkatan sistem pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kepercayaan publik.

    4. Modernisasi Sarana dan Prasarana
    Modernisasi fasilitas operasional, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sistem pendukung tugas kepolisian.

    5. Transformasi Digital
    Percepatan digitalisasi layanan publik, pengawasan, dan manajemen organisasi guna menghadirkan Polri yang modern, adaptif, dan efisien.

    6. Penguatan Fungsi Operasional
    Peningkatan kualitas Harkamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

    Wakapolri menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan komitmen nyata Polri dalam menjawab harapan Presiden dan masyarakat.

    “Transformasi Polri adalah proses berkelanjutan. Dengan dukungan para senior, purnawirawan, dan seluruh elemen bangsa, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.